Pengembangan Energi Baru

•September 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

ini adalah Penelitian yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mendapatkan energi baru

Burung yang lain……….

•Februari 4, 2008 • 1 Komentar

Seperti Rajawali …..

•Januari 15, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Temanku pernah berbicara kepadaku

Rajawali dikenal sebagai burung petarung, tangguh, tegar dan independen, serta memiliki tingkat disiplin dan kesetiaan yang tinggi. Itu sebabnya beberapa lembaga dan negara menggunakannya sebagai simbol, lambang atau bahkan dasar negara; Amerika, Inggris, Indonesia, Harley Davidson Club, Militer dll

Berikut adalah beberapa fakta ilmiah hasil survey terhadap salah satu species Rajawali yang hidup di belantara tropis, yang validitas keilmuannya dapat dipertanggungjawabkan.

Saat setiap Rajawali jantan berusia dewasa dan ingin mendapatkan pasangan hidupnya, ia akan melewati beberapa tahapan;

1. Rajawali Jantan harus berduel dengan jantan lainnya, siapa yang keluar jadi pemenang maka ia-lah yang akan berpeluang menjadi calon pasangan sang betina.

2. Rajawali betina akan membawa bilah kayu yang memiliki berat tiga kali lipat dari tubuhnya ke ketinggian maksimum di ikuti oleh Rajawali jantan, kemudian menjatuhkannya secara tiba-tiba untuk ditangkap oleh Rajawali jantan. Selain ketangkasan, juga butuh kecepatan yang tinggi untuk dapat mencengkram bilah kayu tersebut.

3. Sang Betina kembali melakukan uji ketangkasan yang sama, ia terbang ke ketinggian tertentu, dan kali ini dalam paruhnya ia membawa sehelai daun kering, melepaskannya tiba-tiba. Daun kering tertiup angin dengan arah dan kecepatan yang jauh lebih sulit diduga kemana arahnya, sang Jantan harus dengan sigap menangkap dengan paruhnya, sebelum daun kering itu lenyap, tersangkut di pepohonan, atau bahkan jatuh ke tanah.

4. Ketika sang betina akan melahirkan, sang jantan harus menyiapkan ‘rumah’ terindah bagi anak-anaknya. ‘Rumah’ itu harus terbuat dari bahan-bahan terbaik danharus berada di tempat yang paling tinggi di wilayah jelajah kekuasaannya. ‘Rumah’ itu harus pula terletak di tepi jurang yang paling curam. Sebuah tempat yang nyaman dan aman dari predator sekaligus sebagai tempat penempaan anak-anaknya kelak. (sebagai catatan; semakin tinggi sebuah tempat maka semakin tinggi angin berhembus, dan semakin rendah suhunya)

5. Sementara sang betina dengan paruhnya menyuapi anak-anak yang baru lahir, sang Jantan wajib mencarikan makanan terbaik bagi anaknnya, makanan yang bukan bangkai binatang lain, bukan pula biji-bijian yang sudah jatuh ke tanah.

6. Ketika si anak Rajawali mulai belajar berjalan dan terbang, ia akan terpeleset jatuh dari sarang yang berada pada tempat tertinggi dan jatuh ke kecuraman jurang, sang Jantan akan membiarkannya. Baru kemudian sang Jantan akan menukik tajam untuk menyelematkan dan mencengkram tubuh sang anak jika hampir menghempas di atas bebatuan dasar jurang. Berulang terus ia lakukan seperti itu, sampai si anak akhirnya bisa terbang sendiri. Sejak itulah si anak dibiarkan hidup bebas dan mandiri.

7. Ketika si Jantan berusia sekitar 30 tahunan, saat tubuhnya sudah mulai rapuh, ia tahu bahwa umurnya tak lagi panjang, di pagi hari si Jantan akan terbang melayang-layang mencari tempat tertinggi bahkan pencarian dilakukan sampai keluar wilayah jelajahnya. Tempat yang dingin, aman dan terbebas dari rambahan binatang pemangsa.
Di Sore hari ia akan menuju ke ketinggian tempat yang telah di temukan, menelungkupkan tubuhnya, ia lindungi kepala dengan sayapnya, ia cengkram kuat tanah atau batu yang dipijaknya, dan esok hari ia akan ditemukan telah mati. Sendiri, di udara dingin tapi juga di ketinggian.

Andaikan Rajawali adalah Garuda,Sudah tentu ia mampu bertarung dengan Rajawali dari belahan benua bumi lainnya yang tak takut sebuah alas piring demi keamanan,tak perlu saya membahasnya lebih jauh..karena Rajawali bukan Garuda dan “…Garuda bukan burung Perkutut…”,petik Iwan fals dalam sebuah syair lagunya awal 8O-an

Sebuah catatan Perjalanan di ISI,Pasca Gempa Jogja

•Januari 8, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

…ketika tak ada teman yang mengerti,saat ia sendiri…..kemudian layar tancap “ISI” digelar untuk para teman-teman yang berjuang dan tak pernah kelelahan ditemani oleh siang di reruntuhan gedungdan rumah…..

 

GIE

Sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

Sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusia

retaplah malam yg dingin

reff: tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam
tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan

berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yg sebenarnya
hakikat manusia

repeat reff

keadilan, keadilan

* akan aku telusuri
jalan yg setapak ini
semoga kutemukan jawaban

repeat * [3x]

jawaban, jawaban, jawaban, oh oh oh

 

 

 

Dedicated Fur

Mein Brur&Sis On My Hope Land

Bandung,Jogja &Pangandaran

….sebagian tidak berada di tempatnya

•Januari 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kakakku berkata…

Padahal…
Tidak seekorpun Burung Penguin yang hidup di Kutub Utara.
Belahan bumi bagian Utara bukanlah habitat alaminya. 17 sub spesies Burung Penguin tinggal di belahan Selatan bumi.

Burung Penguin adalah satu-satunya burung yang tidak bisa
Terbang namun satu-satunya burung yang sangat ahli berenang.

Walau bernapas dg paru-paru, Burung Penguin sering menyelam hingga 18 menit, tanpa mengambil udara barang sekalipun.

Selain ahli berenang, Burung Penguin memiliki keunikan karena memiliki organ desalinasi khusus di daerah sekitar matanya.
Dengan organ ini, ia dapat mengubah air asin menjadi tawar.

Maka, pun sesungguhnya setiap kita adalah satu-satunya mahluk istimewa dengan potensi dan keunikan masing-masing yang tak pernah dan tak akan pernah ada yang menyamainya.