Unsur Ambience Musik didalam Media Massa

Bagus Soetrama

Tulisan ini berawal dari ketertarikan saya pada sebuah artikel dalam jurnal yang ditulis seorang produksi radio kawakan. Dia bertutur tentang penjelajahan ruang suara, dimana empati sebenarnya terjadi ketika seseorang tersebut sedang mendengarkan, merasakan, memahami dll ……..

Berlatar belakang di Rumah Sakit, ketika ia tertabrak Taksi, “Brian Eno” menggali music yang dikenal dengan musik Ambience, dimana ia mencoba membentuk ruang Imaginasi melalui suara-suara lalu ia membentuk ruang imaginasi tersebut dengan cara menangkap ketertarikan kpd keteraturan suara dan dikolektif menjadi album pribadinya “DISCREET MUSIC”.

Music Ambien ini tidak berangkat dari notasi dan ritme, melainkan berangkat dari usaha membangun “Mood” ruang dengar, menyatukan antara musik dan ruang.

Aspek Horisontal (kiri–kanan dan kedalaman) serta Vertikal (ketinggian) dieksplorasi melalui jenis musik Ambient ini. Secara filosofis, musik ini akan menghadirkan ruang auditif.

Menurut Mark Pendergast (Peneliti Bidang Audio; Harvard Univ.) melalui bukunya “Ambient Century “, Brian Eno berperan penting dalam membawa musik Ambient ini kekalangan luas, walau John Cage & Philip Glass telah melakukan eksperimen sebelumnya. Eric Tamm merumuskan dalam buku harian Brian Eno (This Music, Ideas & Vertical Color of Sound) bahwa musik Ambient mempunyai kontekstual dengan pengkondisian musik sebagai penerjemahan ruang yang Auditif.

Torbent Brandt mengembangkan Musik Ambien ini dalam program radio dan bentuk produksi Musik Ambien dalam dunia Radio lebih cenderung memasukan unsur-unsur suara dan bunyi sebagai Variabel dalam menciptakan ruang Pendengaran didalam menerjemahkan setiap program radio (musik program, Impromtu Drama, Spot Program, Iklan, PSA dll) dimana setiap pendengar akan diajak masuk dalam target sasaran radio itu didalam meraih segmentasinya .

Musik Ambien dalam dunia radio pun menjadi salah satu Variabel utama dalam perkembangan radio Program, selain musik dan suara/bunyi sebagai unsur Variabel Program yang sangat penting, Ambien ini dalam radio akan berkisar didalam ruang dengar pemirsa dan ruang pikirnya, lalu secara tidak sadar akan masuk ke kedalaman Human Interesting pendengar dan akan bermuara pada Human Intrusting, orang radio meminjam istilah Bertolt Brecht dikenal dengan istilah Teater Of mind, seperti apakah ?

Sekadar paparan, musik Ambient ini berkembang didalam Mood manusia dan diperkaya dengan ketajaman gelombang suara lalu berkomposisi dengan aturan musik kontemporer. Maka bila didalam unsur musik/lagu ada istilah Intro, Melody, Couplet, Reffrain, dll unsur Ambient akan lebih banyak muncul dalam keteraturan birama & ritme yang akan mengakibatkan muncullah The Soul Sound of Music, atau nyawa Lagu , hingga lagu tersebut mempunyai kekuatan misi dari sang penyanyi, pencipta lagu maupun sang Arranger-nya.

Dan bila didalam ruang suara alam akan muncul suara alam yang dominan – lebih jelas terdengar ataupun tidak lebih jelas terdengar – harmonisasi pun akan muncul didalam ketidakteraturan atau terkait dengan birama-ritme tertentu selain ; suara keras – jelas -besar ; suara pelan – tidak jelas – lembut ; seperti suara angin yang berulang menerpa daun pohon, suara ombak menerpa pantai silih berganti, suara pesawat terbang ketika take off , atau suara palu memukul paku dll. Semua itu dikomposisi dalam aturan alam, bukan komposisi bilangan numerial harmonik (Aturan Not Balok) tapi naturalis harmonik (Suara Alam).

Pada awal dekade 70’n akhir dan diawal 80’ Ambien ini lebih mewarnai dalam  industri musik dan dibangun dalam ruang yang lebih luas seiring kemajuan di sektor industri lainnya baik industri film komersialisasi ataupun independent setidaknya industri musik Indie mempengaruhi music Ambien dalam pembangunan musik-musik dalam wacana yang lebih luas.Sebut saja Led Zepplin dengan genre Glem Rock, pink Floyd dengan Psikadelik lalu U2 dengan Joshua Tree  nya hingga Enya dengan genre Nordisk nya dan Kitaro dengan Japaness musik Instrument Illustrasi nya dan masih banyak lagi.

Seiring kemajuan tehnologi musik digital, Ambien musik ini akhirnya lebih banyak masuk kedalam Space Ruang yang lebih luas lagi dan memasuki fase berikutnya dalam  membangun ruang-ruang pikir emosi dan bentuk alternative dari sekedar musik illustrasi. seiring dengan itu Ambien musik ini membangun totalitas dalam ruang dimensi pendengarnya dalam bentuk-bentuk yang lebih moderat, tidak secara stigma keilmuan musik ini diterjemahkan dalam musikologi namun masuk ke ruangan industri digitalisasi.Sebut saja tehnologi recording telah membangun genre ini menjadi sektor industri yang mandiri ,dan media massa membangun musik Ambien ini menjadi wahana yang independent.

Pada akhirnya di Indonesia, gelombang Ambien ini membangun ruang baru dalam semua sektor yang didukung media massa,  dengan kebutuhan publik yang menggurita bentukan musik ini akhirnya lebih banyak hanya menjadi warna dalam illustrasi-illustrasi lain yang baru. dengan kemampuan digitalisasi Ambien ini diterjemahkan kesemua lini, tidak secara khusus lagi di Industri musik, kini  pada media massa khususnya media massa Elektronik , sebut saja Televisi, kini telah memasuki tahap yang Kritis, ibarat Ambien yang membangun emosi kini telah memasuki taraf dekontuksi, yang pada awalnya sebagai musik Kontemplasi bagi penikmatnya kini menjadi kontraproduktif  bagi pemirsanya, dengan tujuan mempengaruhi maka semua diberikan sebagai musik latar dari  informasi, kejujuran dan kebenaran yang memberikan wacana untuk sah  diberlakukan, dengan kepentingan maka tujuan akan tercapai, tanpa menimbangkan dampak pengaruh bagi setiap penikmatnya. Tanpa menutup mata, bahwa semua adalah fakta sebagai Human Intrusting namun Human interesting yang terjadi adalah efek yang akan membawa gelombang baru. Sayangnya, ini tidak dibangun signifikan dengan dasar-dasar setiap disiplin ilmu yang mendampinginya sehingga bisa jadi gelombang ini pada akhirnya akan dipahami Skeptis oleh setiap penikmatnya,selain mereka berpendapat bahwa ini sekedar Eksploitasi belaka.

Perkembangan Media yang semakin pesat sejalan dengan tehnologi menawarkan berbagai unsur yang „sexy‟ untuk di beli “yang mampu” , apakah akar kuat Audio yang mengusung konsep Bunyi dan Suara, Tuturan dan Ambien dalam konteks sejarahnya juga akan memberikan sajian alternative agar itu tetap menjadi Media yang mengusung ketidakberpihakan ?

Kembali kepada Khitah-nya , Program media yang berbasis Audio ataupun Audio sebagai efek yang ingin didapatkan-tentu akan menjadi sangat efisien & efektif bila azas-azas yang paling mendasar mampu dikenalkan kepada khalayak ramai, Media massa yang kini tidak masuk lagi kebutuhan Luxuary tentu akan lebih mudah menjangkau apa yang akan ditawarkan oleh setiap Media massa yang mengusung Publik policy selain Aspek Hiburan menjadi tawaran imajinasi.

Audio yang mempunyai Kelebihan dan sekaligus Kekurangan nya tentu masih akan berkembang bersama tehnologi, Kelebihan suatu media Audio itu pun sekaligus kelemahannya, lalu kekurangannya itu adalah Kelebihannya.

Dalam dunia Produksi Audio , resonansi yang bergaung dalam ruang dengar dan ruang pikir selama ini yaitu “ Untuk mendapatkan hasil Audio yang diharapkan maka dapatkan sumber suara yang baik “ ,andaikata kita lepaskan resonansi ini dalam konteks media yang lebih luas tentu kita akan bertanya,  sudah tersediakah media penjelasan untuk apa setiap program itu ada dan dibuat ? apakah sajian setiap media akan memandu Pendengar-Pembaca dan Pemirsa ? tanpa kita harus berpikir keras untuk menjual kesenangan, kesedihan dan masih banyak lagi ?

Semoga kita tidak terhenti dengan pertanyaan dan pernyataan, bukan Utopia ….

Penulis adalah salah satu

Mantan karyawan Radio Swasta di Bandung,

Pelaku Audio & Music Productions

dan Pembina Teater Kampus

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under terbang

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s